Domba Texel

Ternyata dapat beradaptasi dan berkembang biak dengan baik di daerah Lampung Timur yang bersuhu panas.

Nutrisi Pakan Ternak Sapi

Sapi yang diberi pakan dengan tambahan nutrisi akan meningkatkan kesehatan dan menaikkan bobot sapi.

Ternak Ikan Nila Merah

Peternak ikan di Wonosobo ini menggunakan pola kolam air deras yang disesuaikan dengan wilayah yang memiliki aliran sungai yang cukup memadai untuk mengairi kolamnya yang berjumlah lebih dari 10 petak.

Global Warming

Gas-gas rumah kaca diemisikan selama hampir setiap proses produksi daging. Dari tiga gas rumah kaca utama: karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida, metana 72 kali lebih berpotensi daripada CO2, sementara dinitrogen oksida 300 kali lebih berpotensi daripada CO2.

Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Sumber Pupuk Organik

Pupuk organik dari limbah peternakan mengandung unsur hara baik mikro maupun makro yang cukup komplit.

Senin, 09 Desember 2013

PROSPEK KERJA LULUSAN DI BIDANG PETERNAKAN




Anggapan dari orang-orang awam di sekitar kita dalam bidang peternakan adalah hewan ternak. Maksudnya dalam bidang peternakan kita hanya berhubungan dengan hewan-hewan ternak yang kita pelihara. Tetapi sebenarnya prospek kerja di bidang peternakan sangatlah luas tidak hanya sebatas hewan ternak saja.
Berkut ini beberapa prospek kerja di bidang peternakan :
1.         Di Perusahaan
Banyak perusahaan besar di Indonesia yang berkaitan dengan peternakan atau hewan ternak diantaranya PT. Charoen Popkhand Indonesia, PT. Japfa Comfeed, PT. Wonokoyo.
2.         Di Bidang atau Instansi Pemerintah
            Mahasiswa lulusan peternakan dapat bekerja di bidang pemerintahan yang berkaitan dengan peternakan dan hewan ternak, diantaranya Departemen Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementrian Riset dan Teknologi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag), Departemen Koperasi (Depkop) dan Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM), dan perusahaan-perusahaan BUMN maupun swasta bidang peternakan.

3.         Di Bidang Non-Peternakan
            Selain bidang peternakan, Mahasiswa lulusan peternakan juga dapat bekerja di bidang non-peternakan diantaranya perbankan, lembaga keuangan, dan industri retail.

4.         Wirausaha / Wiraswasta
            Pada dasarnya mahasiswa lulusan peternakan diciptakan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bukan untuk mencari pekerjaan. Mahasiswa lulusan bidang peternakan dapat membuka lapangan pekerjaan seperti membuka usaha pakan ternak yang tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja. Selain itu dapat juga membuka usaha budidaya ternak seperti budidaya ayam, sapi, kambing, kelinci dan hewan ternak lainnya. Dibidang pengolahan, juga dapat membuat olahan daging seperti sosis, nugget, kornet, dan bakso. Usaha-usaha tersebut tentunya dapat menyerap banyak tenaga kerja.
Dari uraian di atas, terbukti bahwa mahasiswa lulusan peternakan mempunyai peluang pekerjaan yang luas. Tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga dapat menjadi pembuka lapangan pekerjaan. 
Ada pepatah Arab yang mengatakan “Negeri yang kaya ternak, tidak pernah miskin, negeri yang miskin ternak, tidak pernah kaya” (Campbell dan Lasley, 1985)
Pepatah di atas pantas dijadikan renungan bahwa bidang peternakan merupakan bidang dengan prospek kerja yang menjanjikan dan beternak merupakan pekerjaan yang mulia karena dari bidang inilah diperoleh hasil ternak berupa daging, susu, dan telur sebagai sumber pangan manusia. Oleh karena itu, mari majukan peternakan Indonesia! :-)
 

Minggu, 08 Desember 2013

ANALOGI MANUSIA DAN TANAH



Minggu, 01 Desember 2013
Analogi manusia dengan tanah  ada 3, diantaranya tanah subur, tanah tandus dan tanah licin lagi tandus. Dalam hal ini manusia dianalogikan dengan tanah dan air hujan dianalogikan dengan ilmu.

1. Tanah Subur,
            Tanah subur ketika turun hujan, tanah itu mampu menyerap air. Air itu dia tebarkan pada makhluk lain yang membutuhkan, seperti hewan ternak, tanaman-tanaman dan juga manusia itu sendiri sehingga mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanah yang seperti itu mampu memberikan manfaat untuk makhluk-makhluk yang ada di sekitarnya. Seperti halnya dengan manusia. Manusia yang ketika diberi ilmu dia mampu menyerap ilmu itu dan mampu menebarkan ilmu itu untuk orang-orang di sekitarnya, maka manusia-manusia yang seperti itu adalah manusia yang mampu memberikan manfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

2. Tanah Tandus,
Tanah yang tandus, ketika turun hujan, dia mampu menyerap air, tetapi air itu sedikit dan tidak dapat di tebarkan untuk seluruh makhluk di sekitarnya. Air itu tergenang di tempat tertentu. Tetapi air itu dapat dimanfaatkan oleh hewan-hewan ternak danmanusia untuk sumber air minum. Sehingga tanah itu dia dapat sedikit memberikan manfaat untuk makhluk yang ada disekitarnya. Seperti halnya dengan manusia. Manusia yang ketika di beri ilmu, dia dapat sedikit menyerap ilmu itu dan dia tebarkan pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Manusia itu dapat memberi sedikit manfaat pada orang lain.

3. Tanah Licin lagi Tandus
            Tanah yang tandus dan licin, dia tidak dapat menyerap air ketika turun hujan. Air itu hanya lewat saja ketika hujan turun. Sehingga dia tidak dapat menebarkan air itu untuk makhluk-makhluk yang ada di sekitarnya. Seperti halnya manusia, ketika dia di beri ilmu, tetapi dia tidak dapat menyerap ilmu yang ia peroleh. Ilmu itu hanya lewat saja dalam hatinya. Sehingga dia tidak dapat menebarkan ilmu itu. Tanpa ilmu, manusia tidak dapat menebarkan manfaat untuk orang-orang disekitarnya.
Dari sedikit uraian tersebut, mari kita renungkan. Kita dianalogikan manusia yang mana ? Tanah subur yang dapat memberikan banyak manfaat kepada orang atau tanah tandus yang sedikit memberikan manfaat kepda orang atau bahkan kita termasuk dalam analogi tanah yang licin lagi tandus ??? Mari kita renugkan hal ini, sudahkah kita menebar ilmu dan bermanfaat untuk orang-orang yang berada di sekitar kita ???